Kawasan Minapolitan Badug di Kabupaten Nganjuk

Kawasan Minapolitan Badug di Kabupaten Nganjuk
Ibu-ibu menjadi aktor utama penggerak ekonomi di kawasan Minapolitan di Bendungan Badug. Basis bank protein dari daratan ini memiliki konsep pengembangan ekonomi kawasan berbasis komoditas unggulan dari hulu ke hilir. Model yang tepat sebagai pola pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan daratan rendah.

Konsep Kafe Mandiri yang Halalan Toyibah serta Menyehatkan

Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur (QS Al A'raf :5).

Reog dan Tradisi Nyadranan Desa Jogomerto Nganjuk

Reog satu karya leluhur yang memiliki nilai seni Tinggi. Siapa tak tahu seni ini, bahkan seni ini pernah menjadi polemik klaim budaya di negara tentangga. Reog sudah menjadi identitas kental Ponorogo dan Jawa Timur.

Surga di Pedalaman Dataran Tinggi Bukit Barisan

Bahkan terkepung oleh gugusan bukit barisan yang rapatpun, tak ada kata kelaparan. Adat mengatur masyarakatpun patuh. Swasembada pangan yang jauh dari kepunahan dan kepungan pupuk kimia. Arif dan lestari dalam setiap tapak langkah aturan adat istiadat desa.

Kawasan Minapolitan Badug di Kabupaten NganjuSurga di Pedalaman Bukit Barisan

Ibu-ibu menjadi aktor utama penggerak ekonomi di kawasan Minapolitan di Bendungan Badug.Basis bank protein air tawar dari daratan ini mengutamakan konsep pengembangan komoditas dari hulu ke hilir.

19 September 2019

Melepas Tawa Senjan di Cafe Embung Turi-Turi

Ada yang tau Embung? Atau pernah mengunjungi Embung?

Embung merupakan danau kecil atau waduk bersekala kecil yang dibuat dengan fungsi mencukupi kebutuhan air saat kemarau. Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, kurang lebih 49 embung tersebar di empat kabupaten. Selain digunakan untuk pemenuhan kebutuhan air, embung juga digunakan sebagai objek rekreasi dan pariwisata. Saya tidak akan mengulas banyak tentang fungsi dan definisi atau struktur bangunan embung.

Perjalanan saya kali ini, singgah di salah satu tempat tongkrongan yang berada di pinggir Embung Turi, Sleman. Cafe ini namanya Turi-Turi Coffee. Bagi kamu yang ingin melepas penat, kafe ini bisa menjadi solusinya.

Berada di pinggir Embung, membuat Cafe Turi-Turi punya suasana yang khas. Pemandangan yang disuguhi dengan berbagai wahana pendukung embung membuat suasana hati menjadi gembira.  Beruntungnya saya, saat berkunjung ke Embung ini, suasana sendang senja. Saat itu, cafe tidak terlalu rame, sehingga menciptakan suasana yang Romantis.






Interior cafe ini juga cukup menarik hati. Di depan cafe tepatnya di pinggir Embung berjajar tempat duduk dan kursi. Tempat ini sangat strategis untuk menikmati senja bersama kolega atau teman akrab atau juga teman terkasih. Jika tidak kebagian tempat duduk dipinggiran Embung, spot lain yang tidak kalah bagus adalah spot depan Cafe atau depan dari spot duduk pinggiran Embung. Spot ini dibuat dengan interior mirip di Kafe-Kafe pinggir laut dengan hiasan ban orange bergantung di bawah mejanya. Disebelahnya juga terdapat manik-manik laut seperti jangkar dan dua keran kembar.

Konsep berbeda guna disuguhkan saat saya masuk ke teras Cafe. Interiornya lebih bernuansa tempo dulu dengan kursi kayu kombinasi ayaman dan meja bulat. Semakin ke dalam, interior yang disuguhkan lebih ke kombinasi interior Jawa dan barang-barang antik seperti cendela jaman dulu dan mesin jahit Singer. Sangat cocok untuk mereka yang hobby bersua foto.



Saat saya datang, mayoritas pembelian adalah mereka yang ingin melepas senja dengan teman-teman nya atau orang terkasih. Mereka memilih tempat strategis mereka. Beberapa orang lebih memilih bersua foto dengan latar belakang pilihan masing-masing. Saya yang saat itu datang dengan suami saya, memilih duduk di kursi kayu kombinasi anyaman dengan meja bulat. Kami bernostalgia dengan masa lalu masing-masing diatas kursi kayu kombinasi anyaman.

Menu yang ditawarkan pun cukup beragam, dari olahan lokal hingga minuman mancanegara semua ada. Aliran kopi mereka adalah Americano dengan jenis Arabika yang ditawarkan saat  itu ada Kerinci, Papua, Manak, Gayo, Toraja dan Wonosobo. Sedangkan robusta adalah Lampung dan Wonosobo. Saya memesan alternatif selain kopi, karena ingin mencicipi menu lain selain kopi. Jadilah kami memesan Taro Velvet,Hot Chocolate Dan Lumpia. Seperti kebiasaan, kafe-kafe pada umumnya, setelah pesanan di catat, pembeli langsung membayar nya. Saya mendapatkan pesan dari kasir, dia mengatakan untuk mengambil pesanannya sendiri sesuai nomer meja yang saat itu diberikan nya. Cukup unik tapi mengejutkan, dari beberapa kafe yang saya singgahi kafe inilah yang menyilakan pembeli mengambil sendiri pesanannya di meja bar.



Sekitar lima belas menit, ada panggilan nomor meja dan saya tahu itu meja saya. Saya pun menghampiri meja bar tempat saya memesan tadi sambil membawa nomor meja. Segelas Taro Velvet dengan Hot Chocolate dan dua lumpia dipiring, saya bawa dengan nampan.  Uniknya Taro Velvet dan Hot Chocolate dialasi kayu dengan bentuk yang abstrak, berukir Turi-Turi Coffee.

Saya dan Suami memberikan testimoni pertama setelah pesanan itu mendarat dengan selamat dimeja kami. Saat menyeruput segelas Taro Velvet dan Hot Chocolate pesanan masing-masing, kami segera berkomentar, rasa Taro Velvet saya benar-benar terasa kental umbi Ungu dan Hot Chocolate milik Suami, rasanya lebih soft dengan rasa manis menyeruap perlahan. Tuntas satu seruputan perdana, kami menikmati lumpia dua buah dalam satu piring. Rasanya sangat Semarangan sekali, isi lumpia ini rebung dengan perpaduan ayam dan wortel, mengingatkan saya pada lumpia khas Semarang. Kami masih menikmati senja dengan segala nostalgia barang-barang tempo dulu disana. Senja yang berganti gelap membuat kami harus pulang. Kafe itu masih ramai dengan pengunjung berdatangan terus menerus.




Kamu yang tertarik nostalgia dengan barang-barang lama atau sekedar menikmati syahdunya senja dipinggir Embung, Turi-Turi Coffee bisa jadi salah satu alternatifnya. Sampai jumpa di artikel berikutnya!!!

15 September 2019

Kolaborasi Dua Generasi dalam Industri 4.0 dalam sebungkus Jamur Krispi

          Jamur Tiram, Siapa yang tidak tahu jamur putih nan enak itu? Berbagai olahan seperti Sop, Tumis dan krispi akan lebih lezat ketika jamur ini menjadi bahan utamanya. Jalan-jalan Sabtu pagi di keramaian Museum Gunung Merapi, saya menemukan olahan jamur yang kemasannya sangat enak dipadang. Olahan tersebut adalah krispi Jamur Tiram. Camilan kaya gizi ini hanya ada satu-satunya di Gelar Prodak UKMK yang diselenggarakan di pelataran Museum Gunung Merapi. Stand camilan kaya gizi ini, milik Bu Tari. Lebih menarik perhatian lagi, ketika salah satu produk jamur krispinya sedang promo.

         Ketika saya mendekati stand tersebut,  dengan ramah saya ditawari untuk mencicipi berbagai rasa dari Jamur Krispi yang ada. Sayapun tak membuang kesempatan tersebut, saya segera mencicipi krispi jamur rasa original. Rasa krispi jamur ini sungguh tidak menghilangkan rasa asli dari jamur itu sendiri. Ditambah renyahnya tepung membuat saya tak mau berhenti mengunyah. Rasa original tak juga mengobati rasa penasaran, saya kembali mencicipi krispi jamur rasa pedas level satu. Dari gigitan pertama rasa renyah tetap saya dapatkan dengan perpaduan rasa gurih berbalut pedas yang pelan-pelan muncul menyelimuti rasa asli jamur. Meski tidak terlalu pedas, level satu cukup cocok untuk mereka yang tidak terlalu suka pedas. Rasa penasaran masih juga tak kunjung terobati, saya pun merasakan tester jamur krispi pedas level 2 dan 3. Dua level ini cukup membuat saya melek, karena tingkatan rasa pedasnya lebih mantap dan terasa dari level satu. Untuk kalangan muda yang suka dengan tantangan pedas, level dua dan tiga adalah pilihan yang tepat.

Foto Berburu Prodak Sehi Rame-Rame


Stand Bu Tari Rame Pembeli

            Terpikat dengan rasa jamur krispi yang ditawarkan, membawa saya pada obrolan ringan terkait sejarah dari produk Jamur Krispi Bu tari. Pada stand Bu Tari terdapat beberapa produk snack ringan, salah satunya jamur krispi Bu Tari Original dan Balado, Jamur Krispi Sehi empat rasa dan manisan salak kering. Dulunya produk Bu Tari hanya jamur tiram biasa yang dibudidayakan lewat Kumbung Jamur di sebelah rumahnya pada tahun 2012. Jamur tiram mentah dijual di pasar dan penjual sayuran di wilayah Purwobinangun atau juga biasanya diambil penjual ke Rumah Bu Tari.

“ Waktu itu saya belum punya ide mbak, mau diapakannya jamur ini. Saya baru mulai mengolah sendiri itu tahun 2014, saya olah krispi. Saya punya ide mengolah Jamur Krispi itu Karena mengisi waktu luang. Daripada bingung habis panen diam aja mending ngolah jamur.” Terang Bu Tari
         Jamur Krispi yang telah diolah dikemas dalam wadah plastik snack tebal dan di sealer. Produk ini dititipkan ke beberapa toko dan mini market sekitar Purwobinangun. Rasa yang ditawarkan dari jamur krispy Bu Tari waktu itu masih jamur krispi rasa original dan balado. Label kemasannya pun masih sederhana, dengan plastik dan stiker produk diatas kemasan dan diplastik depan kemasan. Satu kemasan di jual dengan harga Rp. 13.000,- / 100 gram. Tingkat keuntungannya pun lebih banyak dari pada dijual dalam produk mentah. Selain itu, Bu Tari juga membuat manisan salak dengan harga Rp. 16.000,-/100gram. Manisan salak ini menjadi produk olahan lain yang peminatnya juga tak kalah banyak dari prodak jamur krispinya.

Kolaborasi Berdaya Jual Tinggi

        Seiring waktu Bu Tari terus berinovasi pada produk krispi jamurnya. Berbagai saran konsumen, ilmu-ilmu dari pelatihan PLUT-UKMK di Yogyakarta dan rajin mengikuti pameran, akhirnya Produk Jamur Sehi pun tercetus. Bu Tari tidak sendiri, dia berkolaborasi dengan anak laki-lakinya yang baru lulus dari Jurusan akuntansi STIEYKPN untuk menciptakan terobosan varian dan kemasan baru. Bu Tari meyakini kalau generasi saat ini lebih memiliki koneksi yang luas terlebih lagi di dunia sosial media.

          " Kalau Sehi ini anak saya Mbak, kebetulan baru lulus kuliah terus saya ajak. dia yang tau                     online sama yang buat labelnya itu ya dia" Jelas Bu Tari 

             Kolaborasi dua generasi antara ibu dan anak, melahirkan produk Jamur Krispy Sehi, dengan varian empat rasa yakni rasa original, Pedas level 1, level 2 dan  level 3. Kemasannya pun menggunakan standing pouch transparan satu sisi dan stiker tiga perempat sisi depan berwarna kuning. Inovasi ini baru mulai dikenalkan pada gelaran prodak UKMK yang diselenggarkan oleh PLUT-UKMK di Yogyakarta  di pelataran museum Gunung Merapi 13-15 September ini. Nama Sehi sendiri adalah singkatan dari nama panggilan ke empat anak Bu Tari yakni  Sita, Elin, Hima dan Ida. Dari kemasan baru ini, pasarpun menyambut baik. Banyak konsumen yang mulai tertarik membeli produk Jamur Krispi Sehi. Apalagi dalam peluncuran perdananya produk Jamur Krispi Sehi di jual dengan harga promo Rp.10.000,-/ Rp. 75 gram dari harga Rp. 13.000/75 gram. 

Sehi dan Produk Kripik Jamur dan Manisan Salak Bu Tari
         Berkolaborasi dengan kaum muda dirasakan Bu Tari mampu meningkatkan pendapatan. Terlebih lagi Hima, anak laki-laki Bu Tari, menggunakan model Industri 4.0, dimana lebih memanfaatkan jaringan online seperti Tokopedia, Bukalapak dan Instagram. Kolaborasi ini, membuktikan bahwa SDM unggul ternyata tidak datang dari yang muda saja. Generasi tua pun, jika didampingi generasi muda dan berkolaborasi mampu memicu meningkatkan ekonomi secara signifikan. Dari harga produk Jamur Kripi Bu Tari Rp. 13.000/100gram kini Jamur Krispi Sehi Rp. 13.000/75gram. Meski inovasi produk Kripik Jamur Sehi sudah mulai banyak diminati, kedepan kemasan plastik dengan merk Bu Tari tertap di produksi. Produk tersebut nantinya ditujukan untuk kalangan rumah tangga dan pasar lokal, sedangkan Kripik Jamur Sehi pada pasar kaula muda melenial dan pasar online. Pola kolaborasi dua generasi ini bisa menjadi pioner dalam dunia UKMK, apalagi wujud pengembangan ekonominya berbasis keluarga. Jadi, jika ada banyak Bu Tari dan Hima lainnya, tentu Indonesia akan lebih mapan dibidang UKMK.

  
Penasaran dengan produk Jamur Sehi dan Jamur Krispi Bu Tari? Langsung aja cek Instagram @Jamur.krispi.butari atau langsung cek di marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak. Jangan lupa kunjungi website www.diskopumkm.jogjaprov.go.id dan www.plutjogja.com  



Share on

Twitter Linkedin Instagram Facebook

Find Me