Kawasan Minapolitan Badug di Kabupaten Nganjuk

Kawasan Minapolitan Badug di Kabupaten Nganjuk
Ibu-ibu menjadi aktor utama penggerak ekonomi di kawasan Minapolitan di Bendungan Badug. Basis bank protein dari daratan ini memiliki konsep pengembangan ekonomi kawasan berbasis komoditas unggulan dari hulu ke hilir. Model yang tepat sebagai pola pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan daratan rendah.

Konsep Kafe Mandiri yang Halalan Toyibah serta Menyehatkan

Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur (QS Al A'raf :5).

Reog dan Tradisi Nyadranan Desa Jogomerto Nganjuk

Reog satu karya leluhur yang memiliki nilai seni Tinggi. Siapa tak tahu seni ini, bahkan seni ini pernah menjadi polemik klaim budaya di negara tentangga. Reog sudah menjadi identitas kental Ponorogo dan Jawa Timur.

Surga di Pedalaman Dataran Tinggi Bukit Barisan

Bahkan terkepung oleh gugusan bukit barisan yang rapatpun, tak ada kata kelaparan. Adat mengatur masyarakatpun patuh. Swasembada pangan yang jauh dari kepunahan dan kepungan pupuk kimia. Arif dan lestari dalam setiap tapak langkah aturan adat istiadat desa.

Kawasan Minapolitan Badug di Kabupaten NganjuSurga di Pedalaman Bukit Barisan

Ibu-ibu menjadi aktor utama penggerak ekonomi di kawasan Minapolitan di Bendungan Badug.Basis bank protein air tawar dari daratan ini mengutamakan konsep pengembangan komoditas dari hulu ke hilir.

17 Juli 2017

Kawasan Minapolitan Badug di Kabupaten Nganjuk : Sentra Ekonomi Perikanan Kawasan Dataran Rendah

"Yang tidak makan ikan, saya tenggelamkan", Bintang Ikan, Susi Pudjiastuti, Mentri Kelautan dan Perikanan 



 Ibu-ibu menjadi aktor utama penggerak ekonomi  di kawasan Minapolitan di Bendungan Badug. Basis bank protein air tawar dari daratan ini memiliki konsep pengembangan ekonomi kawasan  berbasis komoditas unggulan dari hulu ke hilir. Model yang tepat sebagai pola pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan daratan rendah.

       Apa Sih Kawasan Minapolitan itu ? Berdasarkan UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Minapolitan masuk dalam kategori Agropolitan dijelaskan bahwa Kawasan Agropolitan/Minapolitan adalah kawasan yang terdiri atas satu atau lebih pusat kegiatan pada wilayah perdesaan sebagai sistem produksi pertanian/perikanan dan pengelolaan sumber daya alam tertentu yang ditunjukkan oleh adanya keterkaitan fungsional dan hirarki keruangan satuan sistem permukiman dan sistem agrobisnis. Itu artinya kawasan ini merupakan centar ekonomi perikanan atau Pasar Ikan. Indonesia telah memiliki dua daerah Model Kawasan Minapolitan yang dinilai sukses yakni Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Pacitan. 

           Kabupaten Nganjuk juga memiliki Kawasan Minapolitan yang juga dikenal sebagai tempat wisata kuliner Badug. Sejak lama, kawasan ini telah menawarkan sensasi kuliner dipinggir sungai atau warung pinggir kali  dengan menu spesial iwak kali atau ikan sungai. Badug sebenarnya adalah bendungan yang dibangun di persimpangan dua aliran sungai Brantas dan difungsikan sebagai irigasi persawahan di Kecamatan Tanjunganom. Seiring perjalanan waktu, pintu air bendungan lama kelamaan menjadi satu daya tarik wisata lokal, hingga terdapat beberapa warung makan yang menyajikan menu ikan segar khas sungai Brantas.

Foto Pintu Air Bendungan Badug di Sungai Brantas

               Saat ini, Badug menjadi sentra wisata kuliner berbau ikan sekaligus pasar ikan khas sungai air tawar. Jika berkunjung ke Nganjuk, rekomendasi tempat wisata kuliner yang satu ini selalu disarankan. Saya sebagai orang asli Nganjuk, sebenarnya sudah sering mendatangi tempat ini. Untuk pecinta kuliner yang bosan dengan santapan Fast Food dan ingin bernostalgia dengan masakan tradisional, Badug adalah tempat yang tepat. terlebih bagi mereka yang suka dengan hidangan berbahan ikan. 

               Daerah Minapolitan ini, menyajikan aneka hidangan ikan dengan berbagai cara pengolahan. Dari Mulai di goreng, di kukus, di bumbu, di giling hingga dibakar seluruhnya tersedia disini. Olahan kaya rempah yang menggugah selera makan benar-bener bisa didapatkan dengan mudah. Jenis ikan yang ditawarkanpun juga beragam, dari mulai Ikan Bawal, Gurame, Gabus, Belut, Wader, Kething, Udang, Bandeng, Nila dan beberapa ikan khas lokal lainnya. 

Foto Pasar Ikan Segar di Badug

           Berkunjung ke Badug, para wisatawan pencinta kuliner akan disuguhkan dengan pemandangan berderet rumah makan dipinggiran sungai dan pasar ikan kecil. Konsepnya adalah makan lalu pulang membawa oleh-oleh ikan segar. Harga yang ditawarkan dari kuliner hingga ikan segar pun cukup bervariasi. Dengan uang Rp. 100.000.- pengunjung bisa makan keyang dan membawa oleh-oleh ikan segar lo...! untuk harga ikan segarnya juga cukup bervariasi. Ikan Nila, Gurame, Belut dan Wader dijual dengan harga Rp. 25.000-30.000, sedangkan Udang dijual dengan harga Rp. 60.000,-. Ikan Lele dijual dari harga Rp.18.000-Rp.20.000. Sedangkan menu yang ditawarkan adalah berbagai varian Bothok Ikan, Lalapan Ikan, Bakso Ikan, Ikan Bakar, Sayur Asem dan Es Degan. 

Foto Salah Satu Warung Makan yang sedang Ramai Pengunjung

            Selain sensasi makanan olahan ikan dan ikan segarnya, Badug juga menawarkan keunikan lainnya. Keunikan ini adalah peranan perempuan yang 90% menyokong aktivitas ekonomi di Kawasan Minapolitan Badug. Dari mulai pengelola warung makan hingga penjual ikan segar semuanya dijalankan oleh kaum hawa. Fenomena ini sangat sesuai dengan  Misi  pengembangan kawasan Minapolitan yakni Produksi, Pendapatan dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Daerah terlebih dari segi Gender. 
Foto Emak-Emak Sedang Berjualan Ikan segar

Menarik Bukan.......! 
Jika berkunjung ke Nganjuk sempatkan mampir ya.....!







15 Maret 2017

Coban Grojokan Sewu : Wisata Lokal Masyarakat di Atas Kepengurusan Perhutani

           Wisata grojogan Sumber Sewu merupakan wisata air terjun yang berada di pinggir jalan raya Ngantang Kasembon tepatnya di Dusun Tretes Desa Grobokan Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Daerah wisata air terjun ini cukup unik karena bangunannya yang dikombinasi warna merah dan kuning menggambarkan adanya karakteristik Cina. Selain itu, di dalam kawasan wisata juga terdapat patung Budha dan dua arca buatan mirip dwuarapala.
                Selama berkunjung disana, ada beberapa wisatawan lokal yang juga mendatangi tempat wisata air terjun tersebut. Menurut penuturan warga yang datang kesana, komplek air terjun ini dibangun sejak 5 tahunan yang lalu. Sebelum dibangun sebagai tempat wisata tempat ini merupakan punden desa. Tak ada keterangan mengenai nama Grojogan Sewu, namun menurut keterangan warga lainnya sebut saja Bu Bunga (nama disamarkan), tempat wisata lokal ini di bangun pada 2011 oleh seorang masyarakat Thionghoa dari Mojokerto. Orang China tersebut membangun kawasan air terjun Grojogan Sewu bukan karena misi ekonomi melainkan misi balas Budi dan ucapan terimakasih. Hal tersebut dilatarbelakangi kesembuhan orang Cina tersebut setelah mandi dan melakukan terapi beserta ritualnya di air terjun tersebut. Maka tidak heran jika di daerah tersebut ditemukan patung Budha.
              Pada kawasan wisata ini pengunjung tidak dikenakan biaya masuk. Semua fasilitas dapat digunakan secara gratis. Namun, belakangan ada beberapa pihak yang mencoba memanfaatkan kesempatan tiketing untuk kepentingan pribadi. Pihak-pihak tersebut datang dari warga dan pihak Kedinasan. Menurut Bu Bunga kawasan wisata tersebut memang termasuk dalam kawasan kelola perhutani sehingga pengelolaannya diambil alih perhutani secara hukum dan UU. Akan tetapi, pihak perhutani selaku pengelola kawasan hutan  tidak melakukan pengelolaan yang sistematis pada kawasan wisata itu. Kawasan grojogan sewu murni dikelola oleh penjaga punden dan masyarakat. Sebelumnya telah terjadi protes dari warga tentang pematokan pintu gerbang masuk kawasan wisata tersebut oleh dinas tekait. Akhirnya dinas tersebut membuat pintu gerbang masuk 300 meter dari jembatan masuk air terjun. Perkembangan loket masuk dan pintu gerbang tidak bertahan lama, karena medan masuk yang susah jika masuk lewat pintu wisata yang dibuat oleh kedinasan tersebut. Dari sini kedinasan tersebut kemudian memindah pintu masuk dikawasan dalam arah masuk air terjun dan lebih dekat dengan jembatan gantung.

    Foto Pintu Masuk Kedinasan

             Mengenai loketing awalnya pihak warga telah memanfaatkan peluang tersebut dengan menarik biaya masuk sebesar 10.000 namun ada satu peristiwa yang terjadi setelah kejadian diadakannya tiketing oleh warga. Warga yang menggagas tiketing tiba-tiba mengalami trans atau kesurupan. Tindakan kesurupan yang dialami adalah menghilangnya orang tersebut. Diduga orang tersebut menghilang diarea air terjun Grojogan Sewu. Setelah keesokan Harinya, orang tersebut kembali dan pulang kerumahnya dengan menceritakan kejadian yang menimpanya. Dia menceritakan bahwa dia merasa naik bis dan di suruh membayar uang 10.000. pengalaman naik bis mistis dengan biaya 10.000 tidak hanya dalam satu bis namun bergantian hingga tak terhitung berapa bis yang dinaikinya saat itu. Kejadian ini kemudian diartikan sebagai peringatan dari yang menunggu punden di kawasan wisata tersebut.
             Pemandangan yang cukup unik dari wisata Grobokan sewu adalah kelengkapan fasilitas wisata. Fasilitas wisata yang ada diantaranya adalah toilet dan mushola. Untuk kawasan wisata yang awalmunyanya sebagai tempat ritual orang cina, hal ini merupakan satu keunikan sendiri pasalnya Toleransi beragama sangat terlihat dari adanya tempat. Akan tetapi  Keberadaan mushola menurut penulis  masih belum cukup untuk menggambarkan persoalan toleransi. Bisa jadi ada diskursus lainnya sebagai wacana dalam sebuah mushola digrojogan Sewu(nampaknya pembahasan mulai berat). Kawasan wisata ini sangat direkomendasikan untuk mereka yang suka nge-trip. apalagi saat hari aktif masuk kawasan wisata ini sepi pengunjung dan dijamin gretong alias gratis. Silakan datang bagi yang mau merasakan sensasi alam serasa milik pribadi.

 Foto-Foto Lokasi Wisata





Share on

Twitter Linkedin Instagram Facebook

Find Me